Tampilkan postingan dengan label Kelas XI Bahasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kelas XI Bahasa. Tampilkan semua postingan
Jumat, 08 Januari 2016

Materi Sejarah SMA Kelas XI Program Bahasa Semester Genap 2015 – 2016



Materi Sejarah SMA Kelas
XI Program Bahasa Semester Genap 2015 – 2016 - Sahabat Sekalian kali ini
Guru Sejarah akan share artikel mengenai Materi lengkap Mata Pelajaran Sejarah
Kelas XI Bahasa Tahun Pelajaran 2015 – 2016 Semester Dua KTSP 2016.







Materi Lengkap
Sejarah SMA Kelas XI Program Bahasa Semester Dua



Indonesia Masa Penjajahan VOC, Pemerintahan Hindia Belanda,
Inggris, dan

Gagasan Persatuan dan Kesatuan Bangsa



Gagasan
Persatuan  dan Kesatuan Bangsa - Kesadaran
akan pentingnya persatuan dan kesatuan untuk mencapai kemerdekaan, dimulai oleh
tokoh-tokoh pergerakan nasional. Atas prakarsa Ir. Soekarno (PNI) dan dr.
Sukiman ( SI) yang tergabung dalam Komite Persatuan Indonesia, maka pada
tanggal 17 Desember 1927 lahirlah Permufakatan Perhimpunan-Perhimpunan Politik
Kebangsaan Indonesia (PPPKI) di Bandung.

Asas Perhimpunan Indonesia sebagai Manifesto Politik Pergerakan Nasional



Asas Perhimpunan
Indonesia sebagai Manifesto Politik Pergerakan Nasional - Perhimpunan
Indonesia (PI) merupakan penjelmaan dari Indische Vereeniging yang didirikan
oleh mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di negeri Belanda pada tahun
1908. Mereka itu antara lain, Sutan Kesayangan, R.N. Notokusumo, R.P.
Sastrokartono, R. Husein Jayadiningrat, dan Notodiningrat. Pada mulanya hanya

Perkembangan Nasionalisme Indonesia



Perkembangan
Nasionalisme Indonesia - Berkembangnya nasionalime di Indonesia diwujudkan
dalam bentuk organisasi Pergerakan Nasional. Adapun macam-macam organisasi
Pergerakan Nasional adalah sebagai berikut.







1. Budi Utomo (BU)



Organisasi Budi Utomo (BU) didirikan pada tanggal 20 Mei
1908 oleh para mahasiswa STOVIA di Jakarta, dengan Sutomo sebagai ketuanya.
Terbentuknya organisasi

Kelahiran Nasionalisme Indonesia



Kelahiran
Nasionalisme Indonesia - Nasionalisme berasal dari kata nation (Inggris)
dan natie (Belanda), yang berarti bangsa. Bangsa adalah sekelompok masyarakat
yang mendiami wilayah tertentu dan memiliki hasrat serta kemampuan untuk
bersatu, karena adanya persamaan nasib, cita-cita, dan tujuan.



Pengertian nasionalisme yang dihubungkan dengan perasaan
kebangsaan telah dijelaskan oleh

Bahasa Indonesia sebagai Identitas Bangsa



Bahasa Indonesia
sebagai Identitas Bangsa - Sejalan dengan perkembangan bahasa Indonesia,
satu aspek yang penting pula ialah perjuangan pemakaian kata/istilah Indonesia
untuk menunjukkan identitas bangsa (nation) yang dicita-citakan cendekiawan
Indonesia. Semula mereka berasal dari berbagai suku-bangsa, namun ketika mereka
berada di Nederland, mereka memerlukan pemahaman asal bangsa. Majalah
"

Perkembangan Karya Sastra



Perkembangan Karya
Sastra - Perkembangan kebudayaan Indonesia sejak zaman Pergerakan Nasional
sampai tahun 1945 antara lain dapat dilihat dari kebangkitan para seniman, baik
seni sastra, musik, drama dan berbagai kesenian daerah. Pada masa itu seni
merupakan alat untuk membakar semangat nasionalisme, dengan adanya berbagai
karya seni sekelompok orang yang kritis, menuangkan ide-idenya dan

Bahasa Indonesia sebagai Identitas Bangsa Indonesia



Bahasa Indonesia sebagai Identitas Bangsa Indonesia - Perkembangan
Bahasa Melayu menjadi Bahasa Indonesia, yang sekarang merupakan Bahasa Nasional
Republik Indonesia, mengalami proses yang panjang. Bahasa Melayu yang aslinya
merupakan bahasa kelompok suku bangsa di kepulauan Indonesia, telah lama
menjadi bahasa perdagangan di daerah pelabuhan di Indonesia. Di samping itu,
bahasa Melayu

Soal MID Semester Kelas XI Bahasa SMA Mapel Sejarah Tahun 2016



Soal MID Semester
Kelas XI Bahasa SMA Mapel Sejarah Tahun 2016 – Berikut ini contoh soal
semester genap ulangan MID semester mata pelajaran Sejarah Kelas XI Bahasa
Untuk SMA/MA tahun pelajaran 2015 – 2016. Simaklah.







Soal Pilihan Ganda



1. Istilah Renaissance dalam sejarah peradaban Eropa berarti
....




a. kebangkitan semangat nasionalisme
b. kabangkitan untuk melawan kolonialisme
c.

Reaksi Rakyat Indonesia terhadap Pemerintah Kolonial Hindia Belanda



Reaksi Rakyat
Indonesia terhadap Pemerintah Kolonial Hindia Belanda - Pada abad ke-19
muncullah perlawanan-perlawanan besar terhadap pemerintahan kolonial Belanda,
antara lain :











Perlawanan Rakyat
Maluku di Bawah Thomas Matullesi (1817)



Perlawanan rakyat Maluku terhadap Kompeni sudah terjadi
sejak abad ke-17, namun perlawanan yang dahsyat baru muncul pada permulaan abad
ke-19, di

Indonesia Kembali di Bawah Pemerintahan Hindia Belanda



Indonesia Kembali di
Bawah Pemerintahan Hindia Belanda - Dengan berakhirnya Perang Napoleon di
Eropa, maka terjadi perubahan kembali mengenai status jajahan Indonesia
(khususnya) Jawa. Mulai tahun 1811 sampai dngan 1816 Indonesia khususnya Jawa
berada di bawah kekuasaan Pemerintahan Inggris. Namun, dengan adanya Kongres
Wina 1815, pihak Inggris akhirnya mengembalikan Indonesia ke tangan Belanda

Indonesia di Bawah Pemerintahan Raffles (1811-1816)



Indonesia di Bawah Pemerintahan
Raffles (1811-1816) - Setelah Indonesia (khususnya Pulau Jawa) jatuh ke
tangan Inggris, oleh pemerintah Inggris dijadikan bagian dari jajahannya di
India. Gubernur Jenderal East India Company (EIC), Lord Minto yang berkedudukan
di Kalkuta (India) kemudian mengangkat Thomas Stamford Raffles sebagai Letnan
Gubernur (Wakil Gubernur) untuk Indonesia (Jawa). Raffles

Indonesia di Bawah Kekuasaan Pemerintah Hindia Belanda



Indonesia di Bawah
Kekuasaan Pemerintah Hindia Belanda - Bersamaan dengan makin meluasnya
kekuasaan VOC, di pihak VOC sebenarnya mendekati keruntuhannya, karena beberapa
faktor antara lain: (1) VOC banyak mengeluarkan biaya, baik untuk
operasi-operasi militer (menghadapi perlawanan rakyat) maupun untuk penyelenggaraan
pemerintahan; sehingga hutang VOC makin menumpuk, dan (2) Banyak pegawai VOC

Indonesia di Bawah Kekuasaan VOC


Indonesia di Bawah Kekuasaan VOC - VOC yang didirikan pada
tahun 1602, oleh pemerintah negeri Belanda diberikan octrooi (hak istimewa),
yakni sebagai berikut.



Hak monopoli perdagangan.
Hak untuk memiliki tentara.
Hak untuk melakukan ekspansi ke Asia, Afrika, dan
Australia.
Hak untuk melakukan peperangan, membuat perdamaian, dan
mengadakan perjanjian dengan raja-raja yang dikuasainya.
Hak

Masuknya Kekuasaan Asing dan Berkembangnya Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia


Masuknya  Kekuasaan 
Asing  dan Berkembangnya
Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia - Pada permulaan abad
pertengahan, orang-orang Eropa sudah mengenal hasil-hasil dari Dunia Timur,
terutama rempah-rempah dari Indonesia. Dengan jatuhnya Konstantinopel ke tangan
Turki Usmani (1453), mengakibatkan hubungan perdagangan antara Eropa dengan
Asia Barat (Timur Tengah) menjadi terputus. Hal